Untold

Nanar itu sedikit demi sedikit berjelaga direlung hati, ditengah pekatnya harapan dan semua hal yang berkaitan, bagaikan membentuk konspirasi akan hilangnya sebuah pandangan,

pengorbanan,
sebuah hal yang harus dibayar mahal,
luka itu perih, tapi sampai kapan kita akan terus menggaraminya,

arus itu, aku tau, sadar bahwa aku melihat hal itu,
dan kini semua perubahan ini membuat kita menyadari akan sebuah esensi perjuangan,

kita terlalu sombong,
sesaat ketika kita bisa menebak logika hidup,
ternyata takdirNya tidak tunduk terhadap postulat manapun,,

aku harap,
seberapapun kelamnya hari kemarin,
kita masih diberi kesempatan, untuk membuat ending yang baru.

Advertisements