Diliat dari sisi lain

Masih tentang tempat kerja lama, masih seputar saya ditanya, kenapa resign padahal udah mendapatkan predikat pegwai tetap disana, dan masih tetap juga bergumul pertanyaan, kenapa baru seumur jagung udah resign?..

okeh well,

kemaren baca artikel menarik dari om billy bone, isinya kaya gini

Ketika seorang karyawan seperti itu akhirnya memilih untuk resign, pastinya dia adalah orang yang percaya diri. Dia percaya bahwa dia akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain. Kenapa? Karena dia tahu apa kelebihan dan kekurangannya, dia memiliki track record yang baik di pekerjaan sebelumnya.

terlepas dari beberapa alasan saya meningglkan kerjaan lama, terlepas dari alasan personal saya. sejujurnya saya jenuh.

di hari hari terakhir pkerjaan, saya diarahkan untuk membuat sistem ERP. tapi kenapa prosesnya tidak sesuai hati, programer pun memiliki berbagai macam tipe, seperti penjahit yg kadang suka menjahit sistem dengan model skinny, fungky atau apapun.

programer pun seperti itu,

di awal awal saya kira menantang untuk hal seperti itu, ternyata tidak ada passion saya disana,

passion terbesar saya di mobile n web programming dengan interaktifitasnya.

dan kesempatan itu yg hilang, kesempatan saya untuk mendesain lebih sistemnya, ujung ujungnya saya hanya memaintenance apa yang telah saya buat. terlebih lagi kebosanan saya yg akut dengan suasana disana,

akhirnya,

– saya meninggalkan zona nyaman saya

– meninggalkan status pegawai tetap saya

– meninggalkan gaji tetap

dan, waktu itu belum tau mau kemana setelah ini.

balik lagi ketitik nol,

tapi ketika kita ada lagi di titik nol, justru banyak sekali tawaran di passion saya, di bidang saya yg mau ditekuni. peluang peluang itu terbuka.

viola,, seperti merasakan hidup baru.. saya pun menantang diri sendiri lagi, mencapai pencapaian pencapaian yg lebih dari sebelumnya. dan bukankh manusia seperti itu, didalam hidup kita akan selalu dihadapkan pada pertayaan “What the next?”
ketika kau tidak punya jwaban lagi mengenai pertanyaan itu, artinya dirimu telah mati.

di akhir artikel billy bone  bilang

Jaman ‘dulu’, hampir semua perusahaan menekankan yang namanya loyalitas. Kalau si karyawan baru kerja sekian tahun kemudian resign, orang itu akan dicap ‘ngga loyal’. Dengan demikian, jangan kaget kalau jaman ‘dulu’ (mungkin masih banyak peninggalannya hingga sekarang) banyak yang bekerja hingga belasan atau bahkan puluhan tahun, di perusahaan yang sama!

Bagaimana dengan jaman ’sekarang’? Well, naif untuk perusahaan atau atasan meminta karyawannya untuk loyal. Saya sendiri tidak pernah meminta tim saya untuk loyal. Yang saya minta adalah untuk selalu memberikan yang terbaik yang dia bisa, termasuk untuk selalu memiliki inisiatif untuk memberikan kontribusi di luar job desc-nya. Kalau dalam beberapa tahun kemudian tim saya resign karena mendapatkan offer yang lebih baik (posisi, gaji, karir), saya selalu dengan senang hati melepasnya. Dan, saya bangga!

sekali lagi saya ingin mengutip sesuatu,

The scariest moment is always just before you start.

— Stephen King —

klo tempat u kerja udah ga ada passion lagi, jangan kaya zombi, yg hidup untuk mati,

cari tempat lain yg bikin hidup u lebih hidup

Advertisements